Senin, 30 November 2015

lembaga agama dan keluarga


LEMBAGA AGAMA
Agama merupakan suatu lembaga atau institusi penting yang mengatur kehidupan rohani manusia. Menurut Emile Durkheim, agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci.
Fungsi lembaga agama antara lain sebagai :
a.Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok.
b.Pengatur tata cara hubungan antar manusia, dan antara manusia dengan Tuhannya.
c. Pedoman perasaan keyakinan
d. Pedoman keberadaan.
Pengungkapan keindahan.
e. Pedoman rekreasi dan hiburan
f. Memberikan identitas kepada manusia
g. Merupakantuntutan tentang prinsip benar atau salah
h. Pedoman untuk mengungkapkan rasa kebersamaan


LEMBAGA KELUARGA
Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat. Dan juga institusi pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan
Dalam kehidupan di masyarakat kita kenal tiga macam bentuk keluarga, yaitu :
•        keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak belum menikah
•        keluarga besar merupakan ikatan keluarga  dalam satu keturunan yang terdiri atas kakek, nenek, ipar, paman, anak, cucu, dan sebagainya
•        keluarga poligamous terdiri dari beberapa keluarga inti yang di pimpin oleh seorang kepala suku
Proses terbentuknya Keluarga:
•       diawali dengan adnya interaksi antara pria dan wanita
•       Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan social yang lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan.
•       Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan , kemudian terbentuklah keluarga inti

Tujuan Perkawinan
•       Untuk mendapatkan keturunan
•       Untuk meningkat derajat dan status social baik pria maupun wanita
•       mendekatkan kembali hubungan kerabat yang sudah renggang
•       Agar harta warisan tidak jatuh ke orang lain.
Bentuk–bentuk perkawinan
Menurut jumlah suami atau istri
                a. monogami
                b. poligami
                                1. poligini
                                a. poligini sororat
                                b. poligini non-sororat
                                2. poliandri
                                a. poliandri framental
                                b. poliandri non-framental
2. Menurut asal suami atau istri
                a. endogami
                b. eksogami
                                1 (sepihak)
                                2.connubium asymetris
Dalam bentuk perkawinan eksogami, sering juga di masukan dua macam bentuk perkawinan berikut ini :
•        homogami
•        heterogami
3. Menurut hubungan kekerabatan
Croos cousin (sepupu silang)
Paralel cousin (sepupu sejajar)

4. Menurut pembayaran mas kawin
Biasanya, bila pihak pria tidak mampu membayar mas kawin di lakukan bentuk-bentuk perkawinan berikut ini:
•       Perkawinan mengabdi
•       Perkawinan lari (kawin lari)
Pola menetap sesudah perkawinan
Patrilokal                             e. untrolokal
Matrilokal                            f. komonlokal
Bilokal                                   g.Avunkulokal
Neolokal                              h.Natalokal
 Fungsi lembaga Keluarga antara lain;          
 1. Fungsi reproduksi
Keluarga mempunyai fungsi reproduksi artinya dari pernikahan diharapkan akan memberikan keturunan.
2.    Fungsi proteksi
Dengan terbentuknya keluarga, terdapat fungsi proteksi yaitu  mendapatkan rasa ketentraman dan keterlindungan baik secara psikologis maupun fisik.
3. Fungsi ekonomi
  Kerja sama yang baik antara ayah dan ibu di dalam mengelola pendapatan menjadikan keluarga dapat mengfungsikan ekonomi secara efektif dan efisien.
  4. Fungsi sosialisasi
Untuk fungsi sosialisasi anak diajarkan menjalankan kehidupan yang sesuai dengan nilai dan norma masyarakat.
 5. Fungsi afeksi
Keluarga diharapkan akan memberikan kehangatan perasaan pada anggota keluarganya seperti seorang bapak yang tetap memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya yang sedang mendapatkan masalah di sekolah.

6. Fungsi pengawasan sosial
Pada dasarnya dalam keluarga terdapat saling kontrol (mengawasi) antaranggota keluarga biasanya sering dilakukan oleh anggota keluarga yang lebih tua, hal ini  sebagai rasa tanggung jawab mereka dalam menjaga nama baik keluarga. Contohnya seorang kakak yang mengetahui teman dekat adiknya.
   7. Fungsi pemberian status
Melalui lembaga perkawinan ini, seseorang akan mendapatkan status atau kedudukan yang baru di masyarakat, yaitu sebagai suami atau istri. Fungsi dari status suami adalah sebagai pemimpin dalam rumah tanggaganya sedangkan seorang istri berfungsi sebagai pendamping suami dalam menjaga keutuhan dan keharmonisan rumah tangganya.
Susunan keluarga
1. Bentuk keluarga bilateral
Pada sistem keluarga bilateral
 terdapat beberapa variasi:
•       Prinsip ambilineal
•       Prinsip konsentris
•       Prinsip primogenetur
•       Prinsip ultimogenetur
2. Bentuk keluarga unilateral
Ø  Patrilineal
Ø  matrilineal
Unsur lembaga keluarga
Pola prilaku                         : afeksi, kesetian, tanggung jawab, rasa hormat kepatuhan
Budaya simbolis                : mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, upacara
Budaya manfaat               : rumah, apartemen, alat rumah tangga, kendaraan
Kode spesialisasi              : izin kawin, kehendak, keturunan, hukum perkawinan
Ideologi                                : cinta, kasih sayang, keterbukaan, familisme, individualisme

Muhammad sofiyan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar