Sabtu, 28 November 2015

MACAM-MACAM & CIRI-CIRI LEMBAGA PENDIDIKAN

  1.  Lembaga Pendidikan Informal
    Pendidikan informal ialah pendidikan yang terjadi di lingkungan keluarga, dimana keluarga merupakan wadah pertama kali seorang anak memperoleh didikan dan bimbingan langsung oleh anggota keluarganya terutama orang tua.  Anak akan lebih sering dan banyak menerima asupan pendidikan di lingkungan keluarga, sehingga pendidikan informal ini sangat diutamakan. Pendidikan di lingkungan keluarga inipun tidak mengenal ruang dan waktu, bisa dilakukan kapan saja dan sampai kapanpun tanpa ada batasan usia.
  2. Lembaga Pendidikan Formal
    Yaitu sebuah lembaga pendidikan yang memiliki aturan-aturan, teratur dan sistematis serta memiliki tingkat jenjang pendidikan yang dimulai dari tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Pendidikan formal ini memiliki batas usia yang berlaku dari SD hingga SLTA. Wadah pendidikan ini ialah sekolah dan memiliki banyak perbedaan dengan pendidikan yang diperoleh di lingkungan keluarga. Dalam pendidikan formal ini proses belajarnya diatur, tingkatan kelas yang berbeda-beda, mengikuti aturan kurikulum, materi pelajaran bersifat intelektual, akademis dan berkesinambungan serta memiliki anggaran atau biaya pendidikan yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Lembaga pendidikan yaitu pendidikan di sekolah ini merupakan lanjutan dari pendidikan di lingkungan keluarga dan merupakan jembatan bagi anak untuk terjun dalam kehidupan bermasyarakat. 
  3. Lembaga Pendidikan Non Formal
    Lembaga non formal ini didapat atau diperoleh dari lingkungan masyarakat. Apa yang terjadi di masyarakat merupakan pendidikan dan pembelajaran bagi setiap individu. Layanan pendidikan di lingkungan masyarakat ini dibutuhkan warganya sebagai tambahan, pengganti atau pelengkap dari pendidikan yang diperoleh di sekolah atau d rumah. Materi yang didapat bersifat praktis dan sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat saat itu. Pembelajaran ini diperoleh secara langsung atau praktik. Program yang dibuatpun sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Berbeda dengan pendidikan formal dan in formal, dimana pendidikan di masyarakat tidak mengenal jenjang usia dan waktu yang tidak ditentukan. 
     
    Adapun ciri-ciri pendidikan formal adalah ;
    1. Pendidikan berlangsung dalam ruang kelas yang sengaja dibuat oleh lembaga pendidikan formal.
    2. Guru adalah orang yang ditetapkan secara resmi oleh lembaga.
    3. Memiliki administrasi dan manajemen yang jelas.
    4. Adanya batasan usia sesuai dengan jenjang pendidikan.
    5. Memiliki kurikulum formal.
    6. Adanya perencanaan, metode, media, serta evaluasi pembelajaran.
    7. Adanya batasan lama studi.
    8. Kepada peserta yang lulus diberikan ijazah.
    9. Dapat meneruskan pada jenjang yang lebih inggi.
     
    Adapun cirri-ciri pendidikan nonformal tersebut adalah sebagai berikut :
    a.         Pendidikan berlangsung dalam lingkunagan masyarakat.
    b.         Guru adalah fasilitator yang diperlukan.
    c.         Tidak adanya pembatasan usia.
    d.         Materi pelajaran praktis disesuaikan dengan kebutuhan pragmatis.
    e.         Waktu pendidikan singkat dan padat materi.
    f.          Memiliki manajemen yang terpadu dan terarah.
           g.Pembelajaran bertujuan membekali peserta dengan keterampilan khusus untuk persiapan diri dalam dunia kerja.
     
    Ciri-ciri pendidikan informal adalah ;
    a.         Pendidikan berlangsung terus-menerus tanpa mengenal tempat dan waktu.
    b.         Guru adalah orang tua.
                c.        Tidak adanya manajemen yang jelas.
     
    KHOLIFAH
    17
     

Jumat, 27 November 2015

LEMBAGA POLITIK

LEMBAGA POLITIK 

A.Definisi politik 
    Politik berasal dari kata polis, yang artinya negara kota dalam bahasa yunani. Hal-hal atau masalah yag berhubungan dengan negara kota ini disebut sebagai politheia.
"Lembaga politik" ; suatu cara-cara untuk memperoleh , mempertahankan , dan mengatur kekusaan (wewenang).

B. Ciri-ciri lembaga politik 
  1. Terdapat suatu kelompok yang memiliki wilayah dan telah menempati wilayah tersebut dalam waktu yang lama . 
  2. Adanya perkumpulan politik yang di bentuk dengan sistem tertentu , misalnya kerajaan atau republik , yang biasanya di sebut dengan"pemerintahan"
  3. sebagian dari individu yang merupakanb penduduk di wilayah tersebut diberikan wewenang untuk melakukan tugas-tugas pemerintahan baik dengan anjuran maupun dengan pemaksaan.
  4. Hak dan kewajiban yang dimiliki suatu pemerintahan hanya berlaku dalam batas wilayah mereka saja dan tidak berlaku diwilayah atau negara lain.
 NAMA :TRI UTAMI 
 NO       :36

LEMBAGA AGAMA

Definisi lembaga agama

Kegiatan keagamaan di seluruh dunia
Definisi tentang agama di sini sedapat mungkin sederhana dan meliputi. Definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit maupun terlalu longgar, tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Agama merupakan suatu lembaga atau institusi yang mengatur kehidupan rohani manusia. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di luar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan , Dewa , dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:
  • menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan, dan
  • menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan.
Dengan demikian, agama adalah penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.
Lebih luasnya lagi, agama juga bisa diartikan sebagai jalan hidup. Yakni bahwa seluruh aktivitas lahir dan batin pemeluknya diatur oleh agama yang dianutnya. Bagaimana kita makan, bagaimana kita bergaul, bagaimana kita beribadah, dan sebagainya ditentukan oleh aturan/tata cara agama.


Unsur-unsur

Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:
  • Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
  • Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
  • Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
  • Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi. 
  • Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama
NAMA : PUTRI WIJAYANTI

LEMBAGA AGAMA

Fungsi Manifest dan Laten Lembaga Agama

Fungsi manifest dan laten lembaga agama, sebelum kita membahasnya sebaiknya kita pahami dulu pengertian lembaga agama menurut Durkheim. Sosiolog Emile Durkheim mengatakan bahwa agama merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal-hal yang suci dan mempersatukan semua penganutnya dalam suatu komunitas moral yang disebut umat.
Ajaran agama sangat berperan dalam memperbaiki moral manusia, terutama yang tekait dengan hubungan antara sesama manusia, hubungan antara manusia dengan makhluk lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa. Pesan-pesan moral yang diajarkan dalam agama dan juga kuatnya pengaruh agama dalam kehidupan manusia telah membuat agama memiliki hubungan yang sangat erat dengan lembaga-lembaga sosial lainnya.
Fungsi manifest agama meliputi tiga hal, yaitu: 

  • adanya pola-pola keyakinan (doktrin) yang menentukan sifat hubungan, baik antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun hubungan antara sesama manusia, 
  • adanya upacara ritual yang melambangkan suatu pola keyakinan (doktrin) dan mengingatkan manusia terhadap keberadaan pola keyakinan (doktrin) tersebut., dan 
  • adanya pola perilaku umat yang konsisten dengan ajaran-ajaran yang diyakini.

Selain fungsi manifest (fungsi yang tampak secara nyata) agama juga menyimpan fungsi laten, yakni fungsi yang bersifat tersembunyi. Fungsi laten lembaga agama atau fungsi tersembunyi dari agama dapat diperhatikan pada beberapa hal sebagai berikut:

  • Tempat peribadatan, selain berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kegiatan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga berfungsi sebagai tempat untuk saling bertemu dan saling berkomunikasi antara sesama umat beragama. Masjid, misalnya, selain digunakan sebagai tempat shalat bagi umat Islam, juga digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan pengajian umum, musyawarah, berdiskusi, dan lain sebagainya.
  • Semangat manusia untuk dapat melaksanakan ajaran agama secara baik telah menumbuh kembangkan semangat lain dalam berbagai bidang kehidupan. Misalnya: semangat untuk dapat melakukan ibadah haji bagi umat Islam telah menumbuhkan semangat kerja yang tinggi sehingga dicapai pula prestasi ekonomi yang tinggi.
Semangat untuk mengembangkan ajaran agama telah memacu pula semangat untuk mengembangkan strategi dan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seperti: melakukan kegiatan dakwah melalui internet, radio, televisi, dan lain sebagainya.

NAMA  : EKA NIKMAH HANDAYANI

LEMBAGA SOSIAL



LEMBAGA SOSIAL

1.Penertian Lembaga Sosial
            Istilah lembaga sosial merupakan terjemahan dari kata asing social institution.Ada ahli sosiologi yang menggunakan istilah lembaga sosial.Misalnya:
*Koentjaraningrat mengatakan lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus masyarakat.
*Robert Mac Iver dan Charles H. Page mendefinisikan lembaga sosial sebagai organisasi yang diciptakan untuk mengtur hubungan antarmanusia yang berkelompok dalam masyarakat.
*Leopold van Wiese dan Howard Becker meninjau lembaga sosial dari segi fungsinya.
Lembaga sosial diartikan sebagai jaringan proses-proses hubungan antarkelompok yang berfungsi untuk memelihara pola-pola hubungan agar sesuai dengan kepentingan-kepentingan manusia dalam kelompok tersebut.
Lembaga sosial pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi berikut ini.
a.       Memberikan  pedoman keada anggota masyarakat cara-cara bersikap dan berperilaku dalam menghadapi masalah-masalah,terutama menyangkut kebutuhan-kebutuhan.
b.      Menjaga kepentingan masyarakat.
c.       Memberikan pegangan kepada masyarakat dalam pengendalian sosial (sosial control).
d.      Sebagai sistem pengawasan masyarakat terhadap perilaku anggota-anggotanya.
                                                                                                               
2. Ciri-ciri lembaga sosial
            Gillin ang Gillin dalam bukunya General  Features of SocialInstitutions,menguraikan ciri-ciri umum lembaga sosial,yaitu sebagai berikut.
a.       Suatu lembaga sosial merupakan organisasi pola-pola sikap dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas sosial.
b.      Lembaga sosial biasanya berumur lama karena berhubungan dengan kebutuhan pokok masyarakat yang sudah sewajarnya harus dipelihara.
c.       Lembaga sosial mempunyai satu atau beberapa fungsi  dan tujuan tertentu.
d.      Lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan,seperti lambang,manajemen,modal dana,dan peralatan.
e.       Suatu lembaga sosial mempunyai tradisi tertulis atau tidak tertulis dalam merumuskan tujuan,peraturan,dan lain-lain.
3.Metode untuk meneliti lembaga sosial
        a. Metode analisi-historis
            Metode ini bertujuan meneliti sejarah perkembangan suatu lembaga sosial.
       b. Metode analisis-komparatif
            Metode ini bertujuan membandingkan beberapa lembaga sosial yang ada dalam       masyarakat.
      c. Metode analisis-fungsional
            Metode ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lembaga-lembaga sosial di dalam suatu masyarakat.

                                
            Menurut Koentaraningrat,dalam masyarakat  paling sdikit terdapat 8 jenis lembaga sosial,yaitu lembaga keluarga,lembaga ekonomi,lembaga agama,lembaga pendidikan,lembaga kailmuan,lembaga kesenian,lembaga politik,dan lembaga hukum

1.      Lembaga Keluarga
Lembaga keuarga (domestic institutions) adalah wadah tempat aktivitas kehidupan masyarakat dalam bidang kekerabatan.
2.       Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi (economic institutions) afalah wadah tempat aktivitas kehidupan masyarakat di bidang ekonomi.
3.       Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan (educational institutions) adalah wadah tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat di bidang pendidikan.
4.       Lembaga Keilmuan
Lembaga keilmuan (scientific institutions) adalah wadah tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang keilmuwan.
5.       Lembaga Ksenian dan Rekreasi
Lembaga kesenian dan rekreasi (aesthetic and recretional institutions),adalah wadah tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat di bidang kesenian dan rekreasi.
6.       Lembaga Agama
Lembaga agama (religius institutions) adalah wadah tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang keagamaan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
7.      Lembaga Politik
Lembaga politik (political institutions)adalah wadah tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidag politik dan pemerintahan.
8.      Lembaga Kesehatan
Lembaga kesehatan (somatic institutions) adalah wadah tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang kesehatan.
                               



 


Nama        : Kurnia Agustin
Kelas        : XII IPS 1
No.Absen : 18









Lembaga Sosial


LEMBAGA SOSIAL
Definisi lembaga sosial atau kemasyarakatan sesungguhnya merupakan terjemahan dari kata social institution atau ada juga yang menggunakan istilah pranata.

A.    Ciri-Ciri Umum Lembaga Sosial
Lembaga sosial yang terdapat di masyarakat memiliki ciri-ciri tertentu. Gillin dan Gillin seperti dikutip Soerjono Soekanto dalam Sosiologi Suatu Pengantar (1987) menguraikan beberapa ciri umum lembaga sosial sebagai berikut.
1.      Suatu lembaga sosial adalah organisasi pola-pola pemikiran dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan dan hasil-hasilnya. Lembaga sosial terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung tergabung dalam satu unit fungsional.
2.      Ciri dari semua lembaga sosialadalah memiliki tingkat kekekalan tertentu. Sistem-sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan baru menjadi bagian lembaga sosial setelah melewati waktu yang relatif lama.
3.      Lembaga sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu. Ada kemungkinan tujuan-tujuan tersebut tidak sesuai atau sejalan dengan fungsi lembaga yang bersangkutan apabila  di pandang dari sudut kebudayaan secara menyeluruh. Pembedaan antara tujuan dengan fungsi sangat penting karena tujuan suatu lembaga adalah tujuan pula bagi golongan masyarakat tertentu dan golongan masyarakat bersangkutan pasti akan  berpegang teguh padanya. Sebaliknya, fungsi sosial lembaga sosial tersebut yaitu peranan lembaga tadi dalam dalam sistem sosial dan kebudayaan masyarakat bersangkutan mungkin tidak diketahui atau disadari golongan masyarakat tersebut. Mungkin fungsi tersebut baru disadari setelah terwujudkan dan kemudian ternyata berbeda dengan tujuannya.
Contohnya, lembaga perbudakan yang bertujuan untuk mendapatkan tenaga buruh yang semurah-murahnya, tetapi dalam pelaksanaan ternyata sangat mahal.
4.      Lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan, seperti bangunan, peralatan, dan mesin. Bentuk serta penggunaan alat-alat tersebut biasanya berlainan antara satu masyarakat dengan masyarakat lain.
Contohnya, gergaji Jepang di buat sedemikian rupa sehingga alat tersebut akan memotong apabila ditarik. Sebaliknya, gergaji Indonesia baru memotong apabila didorong.
5.      Lambang-lambang biasanya juga merupakan ciri khas dari suatu lembaga sosial. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan
Contoh, kesatuan TNI masing-masing mempunyai panji, setiap provinsi memiliki lambang-lambang sendiri, atau motto setiap kabupaten yang berbeda-beda.
6.      Suatu lembaga sosial mempunyai tradisi tertulis ataupun tak tertulis yang merumuskan tujuannya, tata tertib yang berlaku, dan lain-lain. Tradsi tersebut merupakan dasar bagi lembaga tersebut dalam pekerjaannya memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat, di mana lembaga kemasyarakatan tersebut menjadi bagiannya.
Contohnya, lembaga perkawinan.                                           

B. Cara-Cara Mempelajari Lembaga Sosial
    Lembaga sosial yang ada dalam masyarakat dapat ditelaah dan dikaji secara ilmiah. Metode-metode yang di gunakan untuk mengkaji dan menelaah lembaga sosial yaitu :
a.  Analisis Historis
Analisis historis berupaya menelaah dan mengkaji lembaga sosial melalui sejarah, asal-usul dan perkembangan suatu lembaga sosial. Contohnya, lembaga keluarga dalam hal memilih jodoh. Pada awal mulanya, permasalahan jodoh ditentukan oleh pemimpin spiritual dalam suku masing-masing. Kondisi ini selanjutnya berubah, orangtua yang menentukan jodoh anak-anaknya. Pada perkembangan dewasa ini, anak-anak sendiri yang menentukan jodoh.
b.  Analisis Fungsional
Analisis fungsional berupaya mengkaji mengenai fungsi dari suatu lembaga sosial terhadap tata kehidupan masyarakat termasuk seberapa besar keterkaitannya dengan lembaga-lembaga sosial yang ada secara fungsional. Contohnya, analisis terhadap lembaga perkawinan sudah tentu akan berkaitan dengan pergaulan muda-mudi, lembaga keluarga.
c.   Analisis Komparatif
Analisis komparatif berupaya menelaah suatu lembaga tertentu dalam berbagai masyarakat berlainan tersebut. Analisis komparatif dilakukan untuk mengkaji lebih jauh mengenai persamaan dan perbedaan dari masing-masing lembaga sosial pada beberapa suku bangsa atau masyarakat. Contohnya, lembaga ekonomi pada masyarakat nelayan berbeda dengan lembaga ekonomi pada masyarakat petani. Letak perbedaannya adalah dalam hal peralatan, permodalan, sistem bagi hasil, dan penjualan.

Nama       : ULYA HIMAWATI
Kelas       : XII IPS 1
No.absen : 37

Rabu, 25 November 2015

lembaga sosial 2

LEMBAGA SOSIAL

*Pengertian
Lembag sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada         aktivitas untuk memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.

*Fungsi-fungsi
~memberikan pedoman kepada masyarakat tentang cara bersikap dan berperilaku.
~menjaga kepentingan masyarakat.
~memberikan pegangan kepada masyarakat dalam pengendalian sosial.

*Ciri-ciri
1.memiliki sistem adat istiadat
2.jangka waktu relatif lama
3.mempunya fungsi dan tujuan
4.mempunyai tradisi baik tertulis maupun tidak tertulis untuk merumuskan tujuan

*Tipe-tipe lembaga sosial
   •lembaga keluarga
    Tempat aktivias kehidupan masyarakat dibidang kekerabatan
     ~ fungsi manifes/nyata
         1.fungsi produksi
            Untuk memperoleh dan melanjutkan keturunan
          2.fungsi sosialisasi
             Sebagai tempat untuk mempelajari nilai dan norma sosial
          3.fungsi afeksi
             Sebagai tempat untuk memberikan kasih sayang kepada seluruh anggota keluarga
     ~fungsi laten
         1.fungsi ekonomi
            Mengatur masalah ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
         2.fungsi proteksi
            Sebagai tempat untuk melindungi seluruh anggota keluarga.
         3.fungsi kedudukan
            Keluarga berperan untuk menentukan status anak-anaknya

  •lembaga ekonomi
   Tenpat aktivitas masyarakat dibidang ekonomi
    ~Peran-peran lembaga ekonomi
       1.peran lembaga produksi
           Mengatur agar dalam memproduksi barang /jasa tidak merusak alam.
        2.peran lembaga distribusi
            Mengatur agar distribusi barang/jasa berjalan lancar.
         3.peran lembaga konsumsi
             Mengatur agar kegiatan konsumsi berjalan lancar.
      1.Fungsi manifes
        ~Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
        ~memberi pedoman untuk melakukan barer
        ~memberi pedoman tentang jual beli,dll
      2.fungsi laten
        ~mengubah dan kadang-kadang merusak lingkungan
        ~mengubah pola penggunaan waktu

  •lembaga pendidikan
    Tempat berlangsungnya aktivitas dibidang pendiikan
      ~ fungsi manifes
          1.memberantas kebodohan dan keterbelakangan
          2.mengembangkan bakat dan keterampilan
          3.meningkatan cita rasa keindahan
     ~fungsi laten
        1.mengurangi pengendalian orang tua
        2..memperpanjang masa remaja
       3.memelihara integrasi dalam masyarakat
     ~Tujuan lembaga pendidikan
        Memberiakan ilmu pengetahuan,mendidik sikap,dan melatih keterampilan masyarakat.

  •lembaga politik
   Tempat berlangsungnya aktivitas dibidang politik dan pemerintahan
      ~Tujuan lembaga poitik
        1.Mengatur dan menjaga keamanan dan ketertiban
        2.Meningkatkan kesejahteraan rakyat
     ~fungsi
       1.memelihara ketertiban dan keamanan
       2.mengusahakan kesejahteraan umum
      3.menciptakan stratifikasi politik
   •lembaga agama
      Tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang
       keagamaan dan kepercayaan.
        ~fungsi umum lembaga agama
           1.Memberikan pedoman bagi manusia untuk berhubungan
               dengan tuhan.
           2.mengatur nilai-nilai dan etika-etika menjadi pedoman
              untuk mengambil kebijaksanaan sosial
           3.merangsang perkembangan kemajuan kesenian arsitektur
           4.menjadi lingkungan untuk beribadah dan lingkungan
              pergaulan masyarakat.






                    Nama       :Sofiati
                    Kelas        :Xll ips 1
                    No.absen :31