- Lembaga Pendidikan InformalPendidikan informal ialah pendidikan yang terjadi di lingkungan keluarga, dimana keluarga merupakan wadah pertama kali seorang anak memperoleh didikan dan bimbingan langsung oleh anggota keluarganya terutama orang tua. Anak akan lebih sering dan banyak menerima asupan pendidikan di lingkungan keluarga, sehingga pendidikan informal ini sangat diutamakan. Pendidikan di lingkungan keluarga inipun tidak mengenal ruang dan waktu, bisa dilakukan kapan saja dan sampai kapanpun tanpa ada batasan usia.
- Lembaga Pendidikan FormalYaitu sebuah lembaga pendidikan yang memiliki aturan-aturan, teratur dan sistematis serta memiliki tingkat jenjang pendidikan yang dimulai dari tingkat SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Pendidikan formal ini memiliki batas usia yang berlaku dari SD hingga SLTA. Wadah pendidikan ini ialah sekolah dan memiliki banyak perbedaan dengan pendidikan yang diperoleh di lingkungan keluarga. Dalam pendidikan formal ini proses belajarnya diatur, tingkatan kelas yang berbeda-beda, mengikuti aturan kurikulum, materi pelajaran bersifat intelektual, akademis dan berkesinambungan serta memiliki anggaran atau biaya pendidikan yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Lembaga pendidikan yaitu pendidikan di sekolah ini merupakan lanjutan dari pendidikan di lingkungan keluarga dan merupakan jembatan bagi anak untuk terjun dalam kehidupan bermasyarakat.
- Lembaga Pendidikan Non FormalLembaga non formal ini didapat atau diperoleh dari lingkungan masyarakat. Apa yang terjadi di masyarakat merupakan pendidikan dan pembelajaran bagi setiap individu. Layanan pendidikan di lingkungan masyarakat ini dibutuhkan warganya sebagai tambahan, pengganti atau pelengkap dari pendidikan yang diperoleh di sekolah atau d rumah. Materi yang didapat bersifat praktis dan sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat saat itu. Pembelajaran ini diperoleh secara langsung atau praktik. Program yang dibuatpun sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Berbeda dengan pendidikan formal dan in formal, dimana pendidikan di masyarakat tidak mengenal jenjang usia dan waktu yang tidak ditentukan.Adapun ciri-ciri pendidikan formal adalah ;
- Pendidikan berlangsung dalam ruang kelas yang sengaja dibuat oleh lembaga pendidikan formal.
- Guru adalah orang yang ditetapkan secara resmi oleh lembaga.
- Memiliki administrasi dan manajemen yang jelas.
- Adanya batasan usia sesuai dengan jenjang pendidikan.
- Memiliki kurikulum formal.
- Adanya perencanaan, metode, media, serta evaluasi pembelajaran.
- Adanya batasan lama studi.
- Kepada peserta yang lulus diberikan ijazah.
- Dapat meneruskan pada jenjang yang lebih inggi.
Adapun cirri-ciri pendidikan nonformal tersebut adalah sebagai berikut :a. Pendidikan berlangsung dalam lingkunagan masyarakat.b. Guru adalah fasilitator yang diperlukan.c. Tidak adanya pembatasan usia.d. Materi pelajaran praktis disesuaikan dengan kebutuhan pragmatis.e. Waktu pendidikan singkat dan padat materi.f. Memiliki manajemen yang terpadu dan terarah.g.Pembelajaran bertujuan membekali peserta dengan keterampilan khusus untuk persiapan diri dalam dunia kerja.Ciri-ciri pendidikan informal adalah ;a. Pendidikan berlangsung terus-menerus tanpa mengenal tempat dan waktu.b. Guru adalah orang tua.c. Tidak adanya manajemen yang jelas.KHOLIFAH17
Sabtu, 28 November 2015
MACAM-MACAM & CIRI-CIRI LEMBAGA PENDIDIKAN
Jumat, 27 November 2015
LEMBAGA POLITIK
LEMBAGA POLITIK
A.Definisi politik
Politik berasal dari kata polis, yang artinya negara kota dalam bahasa yunani. Hal-hal atau masalah yag berhubungan dengan negara kota ini disebut sebagai politheia.
"Lembaga politik" ; suatu cara-cara untuk memperoleh , mempertahankan , dan mengatur kekusaan (wewenang).
B. Ciri-ciri lembaga politik
NO :36
A.Definisi politik
Politik berasal dari kata polis, yang artinya negara kota dalam bahasa yunani. Hal-hal atau masalah yag berhubungan dengan negara kota ini disebut sebagai politheia.
"Lembaga politik" ; suatu cara-cara untuk memperoleh , mempertahankan , dan mengatur kekusaan (wewenang).
B. Ciri-ciri lembaga politik
- Terdapat suatu kelompok yang memiliki wilayah dan telah menempati wilayah tersebut dalam waktu yang lama .
- Adanya perkumpulan politik yang di bentuk dengan sistem tertentu , misalnya kerajaan atau republik , yang biasanya di sebut dengan"pemerintahan"
- sebagian dari individu yang merupakanb penduduk di wilayah tersebut diberikan wewenang untuk melakukan tugas-tugas pemerintahan baik dengan anjuran maupun dengan pemaksaan.
- Hak dan kewajiban yang dimiliki suatu pemerintahan hanya berlaku dalam batas wilayah mereka saja dan tidak berlaku diwilayah atau negara lain.
NO :36
LEMBAGA AGAMA
Definisi lembaga agama
Kegiatan keagamaan di seluruh dunia
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di luar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal Tuhan , Dewa , dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:
-
- menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan, dan
- menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan.
Lebih luasnya lagi, agama juga bisa diartikan sebagai jalan hidup. Yakni bahwa seluruh aktivitas lahir dan batin pemeluknya diatur oleh agama yang dianutnya. Bagaimana kita makan, bagaimana kita bergaul, bagaimana kita beribadah, dan sebagainya ditentukan oleh aturan/tata cara agama.
Unsur-unsur
Menurut Leight, Keller dan Calhoun, agama terdiri dari beberapa unsur pokok:- Kepercayaan agama, yakni suatu prinsip yang dianggap benar tanpa ada keraguan lagi
- Simbol agama, yakni identitas agama yang dianut umatnya.
- Praktik keagamaan, yakni hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan-Nya, dan hubungan horizontal atau hubungan antarumat beragama sesuai dengan ajaran agama
- Pengalaman keagamaan, yakni berbagai bentuk pengalaman keagamaan yang dialami oleh penganut-penganut secara pribadi.
- Umat beragama, yakni penganut masing-masing agama
LEMBAGA AGAMA
Fungsi Manifest dan Laten Lembaga Agama
Fungsi manifest dan laten lembaga agama, sebelum kita membahasnya
sebaiknya kita pahami dulu pengertian lembaga agama menurut Durkheim.
Sosiolog Emile Durkheim mengatakan bahwa agama merupakan suatu sistem
terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan
dengan hal-hal yang suci dan mempersatukan semua penganutnya dalam suatu
komunitas moral yang disebut umat.
Ajaran agama sangat berperan dalam memperbaiki moral manusia, terutama
yang tekait dengan hubungan antara sesama manusia, hubungan antara
manusia dengan makhluk lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha
Esa. Pesan-pesan moral yang diajarkan dalam agama dan juga kuatnya
pengaruh agama dalam kehidupan manusia telah membuat agama memiliki
hubungan yang sangat erat dengan lembaga-lembaga sosial lainnya.
Fungsi manifest agama meliputi tiga hal, yaitu:
- adanya pola-pola keyakinan (doktrin) yang menentukan sifat hubungan, baik antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun hubungan antara sesama manusia,
- adanya upacara ritual yang melambangkan suatu pola keyakinan (doktrin) dan mengingatkan manusia terhadap keberadaan pola keyakinan (doktrin) tersebut., dan
- adanya pola perilaku umat yang konsisten dengan ajaran-ajaran yang diyakini.
Selain fungsi manifest (fungsi yang tampak secara nyata) agama juga
menyimpan fungsi laten, yakni fungsi yang bersifat tersembunyi. Fungsi laten lembaga agama atau fungsi tersembunyi dari agama dapat diperhatikan pada beberapa hal sebagai berikut:
- Tempat peribadatan, selain berfungsi sebagai tempat untuk melakukan kegiatan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga berfungsi sebagai tempat untuk saling bertemu dan saling berkomunikasi antara sesama umat beragama. Masjid, misalnya, selain digunakan sebagai tempat shalat bagi umat Islam, juga digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan pengajian umum, musyawarah, berdiskusi, dan lain sebagainya.
- Semangat manusia untuk dapat melaksanakan ajaran agama secara baik telah menumbuh kembangkan semangat lain dalam berbagai bidang kehidupan. Misalnya: semangat untuk dapat melakukan ibadah haji bagi umat Islam telah menumbuhkan semangat kerja yang tinggi sehingga dicapai pula prestasi ekonomi yang tinggi.
NAMA : EKA NIKMAH HANDAYANI
LEMBAGA SOSIAL
LEMBAGA SOSIAL
1.Penertian
Lembaga Sosial
Istilah
lembaga sosial merupakan terjemahan dari kata asing social institution.Ada ahli
sosiologi yang menggunakan istilah lembaga sosial.Misalnya:
*Koentjaraningrat
mengatakan lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang
berpusat kepada aktivitas-aktivitas untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan
khusus masyarakat.
*Robert
Mac Iver dan Charles H. Page mendefinisikan lembaga sosial sebagai organisasi
yang diciptakan untuk mengtur hubungan antarmanusia yang berkelompok dalam
masyarakat.
*Leopold
van Wiese dan Howard Becker meninjau lembaga sosial dari segi fungsinya.
Lembaga sosial
diartikan sebagai jaringan proses-proses hubungan antarkelompok yang berfungsi
untuk memelihara pola-pola hubungan agar sesuai dengan kepentingan-kepentingan
manusia dalam kelompok tersebut.
Lembaga
sosial pada dasarnya mempunyai beberapa fungsi berikut ini.
a.
Memberikan pedoman keada anggota masyarakat cara-cara
bersikap dan berperilaku dalam menghadapi masalah-masalah,terutama menyangkut
kebutuhan-kebutuhan.
b.
Menjaga kepentingan masyarakat.
c.
Memberikan pegangan kepada
masyarakat dalam pengendalian sosial (sosial
control).
d.
Sebagai sistem pengawasan
masyarakat terhadap perilaku anggota-anggotanya.
2.
Ciri-ciri lembaga sosial
Gillin ang Gillin dalam bukunya General
Features of SocialInstitutions,menguraikan ciri-ciri umum lembaga sosial,yaitu sebagai berikut.
a.
Suatu lembaga sosial merupakan
organisasi pola-pola sikap dan perilaku yang terwujud melalui
aktivitas-aktivitas sosial.
b.
Lembaga sosial biasanya berumur
lama karena berhubungan dengan kebutuhan pokok masyarakat yang sudah sewajarnya
harus dipelihara.
c.
Lembaga sosial mempunyai satu
atau beberapa fungsi dan tujuan tertentu.
d.
Lembaga sosial mempunyai
alat-alat perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan,seperti
lambang,manajemen,modal dana,dan peralatan.
e.
Suatu lembaga sosial mempunyai
tradisi tertulis atau tidak tertulis dalam merumuskan tujuan,peraturan,dan
lain-lain.
3.Metode
untuk meneliti lembaga sosial
a. Metode analisi-historis
Metode
ini bertujuan meneliti sejarah perkembangan suatu lembaga sosial.
b. Metode analisis-komparatif
Metode
ini bertujuan membandingkan beberapa lembaga sosial yang ada dalam masyarakat.
c. Metode analisis-fungsional
Metode
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lembaga-lembaga sosial di
dalam suatu masyarakat.
Menurut Koentaraningrat,dalam
masyarakat paling sdikit terdapat 8
jenis lembaga sosial,yaitu lembaga keluarga,lembaga ekonomi,lembaga
agama,lembaga pendidikan,lembaga kailmuan,lembaga kesenian,lembaga politik,dan
lembaga hukum
1. Lembaga Keluarga
Lembaga keuarga (domestic institutions) adalah wadah
tempat aktivitas kehidupan masyarakat dalam bidang kekerabatan.
2. Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi (economic institutions) afalah wadah
tempat aktivitas kehidupan masyarakat di bidang ekonomi.
3. Lembaga Pendidikan
Lembaga pendidikan (educational institutions) adalah wadah
tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat di bidang pendidikan.
4. Lembaga Keilmuan
Lembaga keilmuan (scientific institutions) adalah wadah
tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang keilmuwan.
5. Lembaga Ksenian dan Rekreasi
Lembaga kesenian dan
rekreasi (aesthetic and recretional
institutions),adalah wadah tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat di
bidang kesenian dan rekreasi.
6. Lembaga Agama
Lembaga agama (religius institutions) adalah wadah
tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang keagamaan dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
7. Lembaga Politik
Lembaga politik (political institutions)adalah wadah
tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidag politik dan
pemerintahan.
8. Lembaga Kesehatan
Lembaga kesehatan (somatic institutions) adalah wadah
tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang kesehatan.
Nama : Kurnia Agustin
Kelas : XII IPS 1
No.Absen : 18
Lembaga Sosial
LEMBAGA SOSIAL
Definisi lembaga sosial atau kemasyarakatan sesungguhnya merupakan terjemahan dari kata social institution atau ada juga yang menggunakan istilah pranata.
Lembaga sosial yang terdapat di masyarakat memiliki ciri-ciri
tertentu. Gillin dan Gillin seperti dikutip Soerjono Soekanto dalam Sosiologi
Suatu Pengantar (1987) menguraikan beberapa ciri umum lembaga sosial sebagai
berikut.
1.
Suatu lembaga sosial adalah organisasi pola-pola pemikiran
dan pola-pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas kemasyarakatan
dan hasil-hasilnya. Lembaga sosial terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan,
kebiasaan, serta unsur-unsur kebudayaan lainnya yang secara langsung maupun
tidak langsung tergabung dalam satu unit fungsional.
2.
Ciri dari semua lembaga sosialadalah memiliki tingkat
kekekalan tertentu. Sistem-sistem kepercayaan dan aneka macam tindakan baru
menjadi bagian lembaga sosial setelah melewati waktu yang relatif lama.
3.
Lembaga sosial mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu.
Ada kemungkinan tujuan-tujuan tersebut tidak sesuai atau sejalan dengan fungsi
lembaga yang bersangkutan apabila di
pandang dari sudut kebudayaan secara menyeluruh. Pembedaan antara tujuan dengan
fungsi sangat penting karena tujuan suatu lembaga adalah tujuan pula bagi
golongan masyarakat tertentu dan golongan masyarakat bersangkutan pasti
akan berpegang teguh padanya.
Sebaliknya, fungsi sosial lembaga sosial tersebut yaitu peranan lembaga tadi
dalam dalam sistem sosial dan kebudayaan masyarakat bersangkutan mungkin tidak
diketahui atau disadari golongan masyarakat tersebut. Mungkin fungsi tersebut
baru disadari setelah terwujudkan dan kemudian ternyata berbeda dengan
tujuannya.
Contohnya, lembaga perbudakan
yang bertujuan untuk mendapatkan tenaga buruh yang semurah-murahnya, tetapi
dalam pelaksanaan ternyata sangat mahal.
4.
Lembaga sosial mempunyai alat-alat perlengkapan yang
dipergunakan untuk mencapai tujuan lembaga bersangkutan, seperti bangunan,
peralatan, dan mesin. Bentuk serta penggunaan alat-alat tersebut biasanya
berlainan antara satu masyarakat dengan masyarakat lain.
Contohnya, gergaji Jepang di
buat sedemikian rupa sehingga alat tersebut akan memotong apabila ditarik.
Sebaliknya, gergaji Indonesia baru memotong apabila didorong.
5.
Lambang-lambang biasanya juga merupakan ciri khas dari suatu
lembaga sosial. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambarkan tujuan
dan fungsi lembaga yang bersangkutan
Contoh, kesatuan TNI
masing-masing mempunyai panji, setiap provinsi memiliki lambang-lambang
sendiri, atau motto setiap kabupaten yang berbeda-beda.
6.
Suatu lembaga sosial mempunyai tradisi tertulis ataupun tak
tertulis yang merumuskan tujuannya, tata tertib yang berlaku, dan lain-lain.
Tradsi tersebut merupakan dasar bagi lembaga tersebut dalam pekerjaannya
memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat, di mana lembaga kemasyarakatan
tersebut menjadi bagiannya.
Contohnya,
lembaga perkawinan.
Lembaga sosial yang ada dalam masyarakat dapat ditelaah dan
dikaji secara ilmiah. Metode-metode yang di gunakan untuk mengkaji dan menelaah
lembaga sosial yaitu :
a.
Analisis Historis
Analisis historis berupaya
menelaah dan mengkaji lembaga sosial melalui sejarah, asal-usul dan
perkembangan suatu lembaga sosial. Contohnya, lembaga keluarga dalam hal
memilih jodoh. Pada awal mulanya, permasalahan jodoh ditentukan oleh pemimpin
spiritual dalam suku masing-masing. Kondisi ini selanjutnya berubah, orangtua
yang menentukan jodoh anak-anaknya. Pada perkembangan dewasa ini, anak-anak
sendiri yang menentukan jodoh.
b.
Analisis Fungsional
Analisis fungsional berupaya
mengkaji mengenai fungsi dari suatu lembaga sosial terhadap tata kehidupan
masyarakat termasuk seberapa besar keterkaitannya dengan lembaga-lembaga sosial
yang ada secara fungsional. Contohnya, analisis terhadap lembaga
perkawinan sudah tentu akan berkaitan dengan pergaulan muda-mudi, lembaga
keluarga.
c.
Analisis Komparatif
Analisis komparatif berupaya
menelaah suatu lembaga tertentu dalam berbagai masyarakat berlainan tersebut.
Analisis komparatif dilakukan untuk mengkaji lebih jauh mengenai persamaan dan
perbedaan dari masing-masing lembaga sosial pada beberapa suku bangsa atau
masyarakat. Contohnya, lembaga ekonomi pada masyarakat nelayan berbeda
dengan lembaga ekonomi pada masyarakat petani. Letak perbedaannya adalah dalam
hal peralatan, permodalan, sistem bagi hasil, dan penjualan.
Nama : ULYA HIMAWATI
Kelas : XII IPS 1
No.absen : 37
Rabu, 25 November 2015
lembaga sosial 2
LEMBAGA SOSIAL
*Pengertian
Lembag sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
*Fungsi-fungsi
~memberikan pedoman kepada masyarakat tentang cara bersikap dan berperilaku.
~menjaga kepentingan masyarakat.
~memberikan pegangan kepada masyarakat dalam pengendalian sosial.
*Ciri-ciri
1.memiliki sistem adat istiadat
2.jangka waktu relatif lama
3.mempunya fungsi dan tujuan
4.mempunyai tradisi baik tertulis maupun tidak tertulis untuk merumuskan tujuan
*Tipe-tipe lembaga sosial
•lembaga keluarga
Tempat aktivias kehidupan masyarakat dibidang kekerabatan
~ fungsi manifes/nyata
1.fungsi produksi
Untuk memperoleh dan melanjutkan keturunan
2.fungsi sosialisasi
Sebagai tempat untuk mempelajari nilai dan norma sosial
3.fungsi afeksi
Sebagai tempat untuk memberikan kasih sayang kepada seluruh anggota keluarga
~fungsi laten
1.fungsi ekonomi
Mengatur masalah ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.fungsi proteksi
Sebagai tempat untuk melindungi seluruh anggota keluarga.
3.fungsi kedudukan
Keluarga berperan untuk menentukan status anak-anaknya
•lembaga ekonomi
Tenpat aktivitas masyarakat dibidang ekonomi
~Peran-peran lembaga ekonomi
1.peran lembaga produksi
Mengatur agar dalam memproduksi barang /jasa tidak merusak alam.
2.peran lembaga distribusi
Mengatur agar distribusi barang/jasa berjalan lancar.
3.peran lembaga konsumsi
Mengatur agar kegiatan konsumsi berjalan lancar.
1.Fungsi manifes
~Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
~memberi pedoman untuk melakukan barer
~memberi pedoman tentang jual beli,dll
2.fungsi laten
~mengubah dan kadang-kadang merusak lingkungan
~mengubah pola penggunaan waktu
•lembaga pendidikan
Tempat berlangsungnya aktivitas dibidang pendiikan
~ fungsi manifes
1.memberantas kebodohan dan keterbelakangan
2.mengembangkan bakat dan keterampilan
3.meningkatan cita rasa keindahan
~fungsi laten
1.mengurangi pengendalian orang tua
2..memperpanjang masa remaja
3.memelihara integrasi dalam masyarakat
~Tujuan lembaga pendidikan
Memberiakan ilmu pengetahuan,mendidik sikap,dan melatih keterampilan masyarakat.
•lembaga politik
Tempat berlangsungnya aktivitas dibidang politik dan pemerintahan
~Tujuan lembaga poitik
1.Mengatur dan menjaga keamanan dan ketertiban
2.Meningkatkan kesejahteraan rakyat
~fungsi
1.memelihara ketertiban dan keamanan
2.mengusahakan kesejahteraan umum
3.menciptakan stratifikasi politik
•lembaga agama
Tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang
keagamaan dan kepercayaan.
~fungsi umum lembaga agama
1.Memberikan pedoman bagi manusia untuk berhubungan
dengan tuhan.
2.mengatur nilai-nilai dan etika-etika menjadi pedoman
untuk mengambil kebijaksanaan sosial
3.merangsang perkembangan kemajuan kesenian arsitektur
4.menjadi lingkungan untuk beribadah dan lingkungan
pergaulan masyarakat.
Nama :Sofiati
Kelas :Xll ips 1
No.absen :31
*Pengertian
Lembag sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
*Fungsi-fungsi
~memberikan pedoman kepada masyarakat tentang cara bersikap dan berperilaku.
~menjaga kepentingan masyarakat.
~memberikan pegangan kepada masyarakat dalam pengendalian sosial.
*Ciri-ciri
1.memiliki sistem adat istiadat
2.jangka waktu relatif lama
3.mempunya fungsi dan tujuan
4.mempunyai tradisi baik tertulis maupun tidak tertulis untuk merumuskan tujuan
*Tipe-tipe lembaga sosial
•lembaga keluarga
Tempat aktivias kehidupan masyarakat dibidang kekerabatan
~ fungsi manifes/nyata
1.fungsi produksi
Untuk memperoleh dan melanjutkan keturunan
2.fungsi sosialisasi
Sebagai tempat untuk mempelajari nilai dan norma sosial
3.fungsi afeksi
Sebagai tempat untuk memberikan kasih sayang kepada seluruh anggota keluarga
~fungsi laten
1.fungsi ekonomi
Mengatur masalah ekonomi keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.fungsi proteksi
Sebagai tempat untuk melindungi seluruh anggota keluarga.
3.fungsi kedudukan
Keluarga berperan untuk menentukan status anak-anaknya
•lembaga ekonomi
Tenpat aktivitas masyarakat dibidang ekonomi
~Peran-peran lembaga ekonomi
1.peran lembaga produksi
Mengatur agar dalam memproduksi barang /jasa tidak merusak alam.
2.peran lembaga distribusi
Mengatur agar distribusi barang/jasa berjalan lancar.
3.peran lembaga konsumsi
Mengatur agar kegiatan konsumsi berjalan lancar.
1.Fungsi manifes
~Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
~memberi pedoman untuk melakukan barer
~memberi pedoman tentang jual beli,dll
2.fungsi laten
~mengubah dan kadang-kadang merusak lingkungan
~mengubah pola penggunaan waktu
•lembaga pendidikan
Tempat berlangsungnya aktivitas dibidang pendiikan
~ fungsi manifes
1.memberantas kebodohan dan keterbelakangan
2.mengembangkan bakat dan keterampilan
3.meningkatan cita rasa keindahan
~fungsi laten
1.mengurangi pengendalian orang tua
2..memperpanjang masa remaja
3.memelihara integrasi dalam masyarakat
~Tujuan lembaga pendidikan
Memberiakan ilmu pengetahuan,mendidik sikap,dan melatih keterampilan masyarakat.
•lembaga politik
Tempat berlangsungnya aktivitas dibidang politik dan pemerintahan
~Tujuan lembaga poitik
1.Mengatur dan menjaga keamanan dan ketertiban
2.Meningkatkan kesejahteraan rakyat
~fungsi
1.memelihara ketertiban dan keamanan
2.mengusahakan kesejahteraan umum
3.menciptakan stratifikasi politik
•lembaga agama
Tempat berlangsungnya aktivitas masyarakat dalam bidang
keagamaan dan kepercayaan.
~fungsi umum lembaga agama
1.Memberikan pedoman bagi manusia untuk berhubungan
dengan tuhan.
2.mengatur nilai-nilai dan etika-etika menjadi pedoman
untuk mengambil kebijaksanaan sosial
3.merangsang perkembangan kemajuan kesenian arsitektur
4.menjadi lingkungan untuk beribadah dan lingkungan
pergaulan masyarakat.
Nama :Sofiati
Kelas :Xll ips 1
No.absen :31
Langganan:
Postingan (Atom)